Digitalisasi Kunci Recovery dan Pertumbuhan BPR BKK Jateng

Jakarta, TopBusiness – Sesuai visi utama yang diusung, “Menjadi bank yang terkemuka dengan mengutamakan kepuasan nasabah”, PT BPR BKK Jateng (Perseroda), terus melakukan  terobosan dan inovasi  transformasi bisnis dan layanan berbasis digital.

Bank hasil merger 27 BKK di Jawa Tengah (Jateng) ini juga telah mengembangkan inovasi digital, di antaranya Mobile Banking, e-wallet K-eris, payment point, dan virtual account.

Transformasi digital terus dikejar dan menjadi bagian dari srategi BKK Jateng dalam upaya mempertahankan eksistensi dan meningkatkan kinerja. Terlebih sejak adanya pandemi covid-19 beberapa waktu lalu yang menuntut adanya social distancing (jaga jarak sosial).

Digitalisasi kian tak terelakkan untuk mendukung operasional agar tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan kemudahan layanan dan memperluas jangkauan yang telah menjadi komitmen PT BPR BKK Jateng.

“Memang membangun sistem teknologi informasi, seperti core banking dan aplikasi pendukung, butuh investasi biaya yang tidak sedikit. Tapi mau tidak mau harus kita lakukan. Apalagi  dalam situasi pandemi seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Karena itu, BKK Jateng juga banyak mengejar program digitalisasim,” ungkap Direktur Utama BPR BKK Jateng, H. Koesnanto SH, MKN, dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2024” yang diselenggarakan Majalah TopBusiness,  (20/2/2024), di Jakarta.

“Dengan cara ini, operasional bank bisa berjalan dengan baik yang juga berdampak pada kinerja bisnis. Proses recovery kian stabil pasca konsolidasi dan bisa melewati masa sulit akibat pandemi Covid-19 dengan kinerja yang tetap terjaga. Fase recovery telah dilewati dan kini menuju fase growth,” ujarnya.

Seiring membaiknya ekonomi paca pandemi, BPR BKK Jateng juga mencatat kinerja positif. Tahun 2021 misalnya, perusahaan mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 9,6% year on year (yoy) atau Rp 223 miliar, DPK tumbuh 8,33% yoy atau Rp 169 miliar, penyaluran kredit tumbuh 9,93% yoy atau Rp 134 miliar. Bahkan BPR BKK Jateng juga membukukan laba Rp56 miliar pada Desember 2021 yang terus berlanjut hingga saat ini.

Selama periode 2022-2023, Koesnanto mengungkapkan, BPR BKK Jateng menargetkan laba sebesar Rp60,8 miliar dan terealiasi lebih tinggi bersamaan dengan berbagai indikator pemulihan ekonomi yang mencapai Rp63,7 miliar di akhir 2023.

Berbagai terobosan program dan inovasi telah dan akan terus dilakukan. Di antaranya ada Program “Tuku Lemah Oleh Omah” yang merupakan program sinergi antara Disperakim Prov Jateng dan BKK Jateng yang di inisiasi Gubernur Jawa Tengah.

Sampai akhir tahun 2023 BKK Jateng telah membiayai 71 masyarakat DTKS di Kota Pekalongan 20, Kota Semarang 5, Kota Surakarta 39, Kabupaten Demak 7.

Selain itu ada program Pendampingan Pasar Pagi dan Pembelian Kios Pasar. Program pembiayaan kepada 311 pedagang pasar pagi Desa Karangluhur, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo dengan plafon 3-5 juta, suku bunga 0,75, jangka waktu 1 tahun.

Selain itu ada Program K-ERIS BKK (BKK Elektronik Integration System). Penyediaan platform teknologi berupa aplikasi uang elektronik dari PT BPR BKK Jateng (Perseroda) kepada masyarakat Jawa Tengah yang berfungsi sebagai aplikasi keuangan digital serba bisa dengan fitur yang lengkap, dan mampu memenuhi segala kebutuhan dari smartphone.

Untuk mendukung pencapaian kinerja di tahun ini, perseroan terus memacu peningkatan pelayanan kepada nasabah, dengan melihat perkembangan dan perubahan bisnis yang terjadi, khususnya bersamaan dengan tren teknologi informasi, dengan maraknya digitalisasi.

Koesnanto berujar, BPR BKK Jateng juga akan membangun arsitektur teknologi untuk mengantisi perubahan perilaku masyarakat yang luar biasa, dalam menjawab tantangan, termasuk menghadapi perkembangan fintech.

“Selain segmen tradisional yang ada selama ini, kami juga menyasar target market Kampus, Pemerintah, Komunitas, bisnis. Jadi semua lini kita masuki. Kampus, misalnya ada mahasiswa-mahasiswi yang kesulitan biaya dan kami akan hadir untuk menjadi Solusi. Persoalan di lapangan banyak masyarakat yang anaknya punya potensi kuliah tapi terkendala biaya,” paparnya.

PT BPR BKK JATENG (Perseroda) atau lebih sering disebut BPR BKK Jateng, merupakan salah satu bank perkreditan rakyat milik pemerintah daerah yang bisnis utamanya pada penghimpunan maupun penyaluran dana serta menjadi mitra usaha bagi segmen UKM, korporasi maupun konsumer.

Pada akhir Desember 2023, BPR BKK Jateng melayani lebih dari 300 ribu rekening nasabah dan memproses sekitar 15 ribu transaksi setiap harinya, yang didukung oleh jaringan kantor yang tersebar di 28 Kantor Cabang dan 103 Kantor Kas.

BPR BKK Jateng berkomitmen untuk membangun relasi jangka panjang dengan nasabah, mengutamakan kepentingan bersama, dan menciptakan dampak positif pada masyarakat luas. Dengan lebih dari 1.300 karyawan, visi BPR BKK Jateng adalah untuk menjadi menjadi bank yang terkemuka dengan mengutamakan kepuasan nasabah.

Ditegaskan, untuk terus menjaga dan meningkatkan kinerja, ke depan selain tetap menjaga kearifan lokal layanan konvensional bagi kalangan old, BKK Jateng akan terus meningkatkan program digitalisasi ini. Terlebih  untuk menggarap segmen milenial dan gen Z yang ke depan makin besar potensinya.

“Perpaduan konvensional dan teknologi terus kita kembangkan secara proporsional agar bisa terus berjalan dengan baik dan bisa lebih optimal,” ungkapnya di dampingi Direktur Operasional Drajat Aditya Waldi, SE MM dan tim-dalam presentasinya  berjudul “Titik Balik BPR BKK Jateng, To Be Excelent”.

Strategi digitalisasi juga sebagai salah satu alat bantu dalam melaksanakan Governance Process. Dalam hal manajemen kinerja, dengan jumlah SDM lebih dari 1.300 pegawai, implementasi dan pemanfaatan teknologi informasi, dinilai sangatlah penting.

Divisi SDM dan Umum khususnya, juga telah menerapkan aplikasi BKK SimPeg (Sistem Informasi Kepegawaian), Aplikasi KPI Terintegrasi, dan BKK SimAset (Sistem Informasi Manajemen Aset).

“Dengan sistem IT, upaya menerapkan manajemen kinerja menjadi lebih efektif dan efisien. Pengurus bisa mendapatkan informasi yang lebih terkini dan komprehensif, sehingga mampu mengambil kebijakan yang lebih tepat untuk pengembangan human capital dan bermuara pada peningkatan kinerja Perusahaan,” ujarnya.

Bekerja sama dengan pihak penyedia jasa teknologi, BKK Jateng juga telah mengembangkan layanan Branchless Banking, aplikasi K-eris, layanan Gerai QRIS, Bank Mini Sekolah, dan saat ini tengah dalam pengembangan aplikasi Mobile Banking dan Layanan Laku Pandai. Penerapan teknologi informasi pada Divisi lain juga tengah dikembangkan guna mengoptimalkan proses dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat berdasarkan informasi yang didapatkan.

PT BPR BKK Jateng resmi mendapat izin operasional untuk menjalankan bisnis sebagai Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 16 Desember 2021, dengan aktivitas layanannya menjangkau seluruh kabupaten/kota di provinsi Jateng.

Sejak saat itu, jajaran manajemen BKK Jateng dibawah kendali Dirut Koesnanto pun langsung tancap gas, melakukan berbagai terobosan dan inovasi bisnis dan layanan. Termasuk langkah pemenuhan modal terkait dengan efektifitas merger 27 BPR BKK kabupaten/kota di Jateng menjadi BPR BKK Jateng sejak 2019 lalu, dengan terus berjalannya keberlangsungan proses konsolidasi.

Dengan sederet prestasi ini, BPR BKK di Jateng tahun ini untuk pertama kalinya masuk nominasi 250 BUMD terbaik dari 1000 lebih BUMD yang ada di Indonesia untuk mengikuti ajang corporate rating (penilaian) penghargaan TOP BUMD Awards 2024.

Salah satu indikasinya, BUMD ini bisa terus memberikan kontribusi dalam memajukan daerah, baik langsung seperti melalui pinjaman modal dan pembiayaan, maupun kontribusi tidak langsung. Seperti program penyaluran dana sosial  CSR, edukasi ke sekolah-sekolah, pelatihan UMKM, dan lainnya.

Editor: Busthomi

Sumber : https://www.topbusiness.id/88452/digitalisasi-kunci-recovery-dan-pertumbuhan-bpr-bkk-jateng.html

demak

PT BPR BKK Jateng melakukan silaturahmi ke Masjid Agung Demak

Di bulan Ramadhan ini, PT BPR BKK Jateng melakukan silaturahmi ke Masjid Agung Demak (4/4), ...
top

PT BPR BKK Jateng (Perseroda) meraih 2 penghargaan Top BUMD 2024 bintang 5 (lima) dan Top CEO BUMD 2024

PT BPR BKK Jateng (Perseroda) meraih 2 penghargaan yaitu sebagai Top BUMD 2024 bintang 5 ...
123

Digitalisasi Kunci Recovery dan Pertumbuhan BPR BKK Jateng

Jakarta, TopBusiness – Sesuai visi utama yang diusung, “Menjadi bank yang terkemuka dengan mengutamakan kepuasan ...
Scroll to Top
Buka WhatsApp
1
Butuh Bantuan?
Membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan PT BPR BKK Jateng (Perseroda)? silahkan hubungi kami, tim kami akan dengan senang hati membantu Anda!