Petani Gajian Kian Diperkuat, BPR BKK JATENG Dorong Pembiayaan Pertanian Berkelanjutan

Tuntang — PT BPR BKK Jateng (Perseroda) semakin memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Jawa Tengah melalui perluasan akses pembiayaan sektor pertanian. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui program Petani Gajian, yang mengintegrasikan pembiayaan dengan kebutuhan usaha tani dan pemasaran hasil panen.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PT BPR BKK Jateng (Perseroda), Rudy Wahyu Triyanto, dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Sosialisasi Program Subsidi Bunga untuk Penguatan Kelembagaan Usaha Pangan di Lapangan Tlogo Resort, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan mitra usaha untuk memperkuat ekosistem pangan, mulai dari pembiayaan produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT BPR BKK Jateng (Perseroda) menyampaikan bahwa program Petani Gajian mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah, Bupati Semarang, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Perhatian dari para pemangku kepentingan tersebut menjadi momentum bagi BPR BKK Jateng untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas jangkauan program kepada petani di berbagai wilayah.

“Bagi BPR BKK Jateng, mendukung petani bukan semata-mata tentang menyalurkan pembiayaan, tetapi bagaimana memastikan pembiayaan tersebut dapat membantu usaha petani tumbuh, produktivitas meningkat, dan hasil panen memiliki akses pasar yang lebih baik. Kami ingin BPR BKK Jateng hadir sebagai mitra yang memberikan solusi bagi kebutuhan petani sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di Jawa Tengah,” ujar Rudy.

Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian perlu dilakukan melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga memperhatikan kebutuhan riil petani, keberlanjutan usaha, dan kepastian pemasaran hasil panen. Karena itu, BKK JATENG terus mendorong sinergi dengan PT JTAB agar akses pembiayaan dapat terhubung dengan pendampingan usaha dan pengembangan pasar bagi petani binaan.

Petani Gajian Perluas Akses Pembiayaan Petani

Hingga September 2026, program Petani Gajian telah menjangkau 38 debitur yang tersebar di tiga kantor cabang, dengan total pencairan kredit sebesar Rp1,23 miliar. Pembiayaan tersebut mendukung kegiatan usaha pertanian pada komoditas padi, jagung, dan bawang merah.

Capaian tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat akses layanan keuangan bagi pelaku usaha pertanian. Ke depan, potensi petani binaan PT JTAB diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap agar semakin banyak petani memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan siklus usaha mereka.

Selain melalui Petani Gajian, BPR BKK Jateng juga mendukung penguatan kelembagaan usaha pangan melalui Program Subsidi Bunga bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Sampai dengan 30 September 2026, program ini telah menjangkau 25 gabungan kelompok tani (Gapoktan) melalui 12 Kantor Cabang, dengan realisasi penyaluran sekitar Rp900,19 juta.

Sementara itu, realisasi Kredit Agrari secara keseluruhan hingga 30 September 2026 tercatat sebesar Rp130,99 miliar. Capaian ini mencerminkan kontribusi pembiayaan perusahaan dalam mendukung aktivitas usaha pertanian dan pengembangan sektor pangan di Jawa Tengah.

Perkuat Kolaborasi dan Keberlanjutan Pembiayaan

Rudy Wahyu menegaskan bahwa perluasan pembiayaan pertanian perlu disertai dengan penyelesaian berbagai kendala di lapangan secara terukur. Koordinasi dengan para pemangku kepentingan diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan petani dan menelaah alternatif skema pembiayaan yang tepat, termasuk kemungkinan pembiayaan melalui kelompok tani, dengan tetap memperhatikan kelayakan usaha, prinsip kehati-hatian perbankan, serta ketentuan yang berlaku.

BPR BKK Jateng juga merencanakan peningkatan plafon dukungan subsidi bunga hingga 100 persen pada 2027. Rencana tersebut diharapkan dapat memperbesar kapasitas dukungan pembiayaan bagi sektor pangan, dengan pelaksanaan yang tetap mengacu pada kebijakan, alokasi anggaran, dan mekanisme program yang berlaku.

Ke depan, BPR BKK Jateng akan terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, PT JTAB, serta pemangku kepentingan lainnya guna memperluas akses pembiayaan, meningkatkan keterhubungan petani dengan pasar, dan mendorong keberlanjutan usaha pertanian.

Melalui program Petani Gajian, Kredit Agrari, dan dukungan pembiayaan bagi kelembagaan usaha pangan, PT BPR BKK Jateng (Perseroda) berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam penguatan ekonomi daerah. Upaya ini diharapkan tidak hanya mendukung produktivitas sektor pertanian, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.

19941bda-ea4b-411f-8c83-db682118d07c

Petani Gajian Kian Diperkuat, BPR BKK JATENG Dorong Pembiayaan Pertanian Berkelanjutan

Tuntang — PT BPR BKK Jateng (Perseroda) semakin memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan dan ...
IMG_0018

Semarak Gebyar Undian BPR BKK Jateng 2026, Disambut Antusiasme Nasabah dan Masyarakat Banjarnegara

Banjarnegara – PT BPR BKK Jateng (Perseroda) kembali menyelenggarakan kegiatan Gebyar Undian BPR BKK Jateng ...
WhatsApp Image 2026-10-15 at 14.35.15

PT BPR BKK JATENG (Perseroda) Bekali Calon Pekerja Migran di Pati dengan Literasi Keuangan

PATI — PT BPR BKK JATENG (Perseroda) mendukung peningkatan kesiapan calon pekerja migran melalui edukasi ...
Scroll to Top