PATI — PT BPR BKK JATENG (Perseroda) mendukung peningkatan kesiapan calon pekerja migran melalui edukasi pengelolaan keuangan dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Batch 2 Tahun 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati di Aula Disnaker Pati, Kamis (15/10/2026).
Pelatihan ini menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi sebelum bekerja di luar negeri. Selain kesiapan keterampilan, pemahaman bahasa, budaya, serta hak dan kewajiban kerja, peserta juga dibekali pengetahuan finansial agar penghasilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi keluarga.
Dalam sambutan Direktur Utama PT BPR BKK JATENG (Perseroda), ditekankan bahwa keberhasilan pekerja migran tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan, tetapi juga dari kemampuan mengelola hasil kerja untuk membangun masa depan.
“Keberhasilan bekerja di luar negeri tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan yang diperoleh, tetapi juga dari bagaimana penghasilan tersebut dapat dikelola dengan baik untuk memberikan manfaat jangka panjang.”
Melalui kesempatan tersebut, BKK JATENG menyampaikan tiga pesan utama kepada peserta, yakni mengelola keuangan secara bijak, membangun kebiasaan menabung, serta memahami layanan keuangan yang aman dan resmi. Peserta diajak menyusun prioritas pengeluaran agar pendapatan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga untuk tabungan, dana darurat, dan persiapan usaha setelah kembali ke Indonesia.
Edukasi tersebut diperkuat melalui materi “Strategi Finansial CPMI/PMI” yang membahas perencanaan keuangan sejak persiapan keberangkatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga kembali ke tanah air. Peserta diarahkan untuk menghitung kebutuhan biaya secara menyeluruh, memastikan kejelasan setiap pembayaran, serta mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum mengambil pembiayaan.
Sebagai contoh pengelolaan pendapatan, materi memperkenalkan alokasi 50 persen untuk kebutuhan keluarga dan biaya hidup, 20 persen untuk tabungan masa depan, 15 persen untuk dana darurat dan perlindungan, serta 15 persen untuk modal usaha atau pelunasan kewajiban. Komposisi tersebut dapat disesuaikan dengan penghasilan, biaya hidup, kewajiban, dan kondisi masing-masing keluarga.
BKK JATENG juga memperkenalkan dukungan pembiayaan persiapan keberangkatan bagi CPMI sesuai kebutuhan, kemampuan pembayaran, serta ketentuan yang berlaku. Peserta diingatkan untuk memahami biaya, jangka waktu, dan angsuran, serta menghindari pinjaman ilegal dan tawaran investasi yang tidak jelas legalitasnya.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta turut mendapat penguatan mengenai pentingnya memahami kontrak kerja sebelum menandatanganinya, mengikuti prosedur penempatan yang benar, serta memperhatikan perlindungan selama bekerja. Seluruh peserta didorong mengikuti pelatihan dan proses uji kompetensi dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari kesiapan memasuki dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, BKK JATENG menegaskan komitmennya untuk mendukung literasi dan inklusi keuangan bagi calon pekerja migran beserta keluarganya. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, penyelenggara pelatihan, perusahaan penempatan, dan perbankan diharapkan dapat membantu mewujudkan pekerja migran yang kompeten, mandiri, dan sejahtera.
Dengan keterampilan dan perencanaan keuangan yang baik, para peserta diharapkan dapat berangkat secara terencana, bekerja dengan tenang, serta kembali membawa bekal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membangun usaha di daerah asal.