Semarang — Dalam upaya memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), PT BPR BKK Jateng (Perseroda) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah dan Universitas Semarang (USM) menggelar pertemuan strategis untuk membahas rencana kerja sama pembiayaan CPMI serta pengembangan Migran Center Universitas Semarang, bertempat di Kampus Universitas Semarang, Rabu (2/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas peluang bagi lulusan USM untuk memperoleh akses bekerja di luar negeri melalui jalur resmi, aman, dan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Sejumlah negara yang berpotensi menjadi tujuan penempatan antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Taiwan, dengan bidang pekerjaan yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan, seperti keperawatan/careworker, teknik, manufaktur, hospitality, konstruksi, teknisi, hingga perikanan.
Direktur Utama PT BPR BKK Jateng (Perseroda) Rudy Wahyu Triyanto menyampaikan bahwa perseroan memiliki komitmen untuk menghadirkan layanan pembiayaan yang mudah diakses, terukur, dan bertanggung jawab bagi para CPMI yang telah memenuhi persyaratan pemberangkatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Skema pembiayaan yang tengah disusun akan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking), memperhatikan kualitas aset sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, serta dilengkapi mekanisme mitigasi risiko sejak proses seleksi hingga pelunasan kredit.
“PT BPR BKK Jateng (Perseroda) siap mendukung pembiayaan bagi calon pekerja migran Indonesia melalui skema kredit yang sehat, terukur, dan berorientasi pada perlindungan nasabah. Pembiayaan ini diharapkan dapat membantu CPMI memenuhi kebutuhan biaya persiapan keberangkatan tanpa harus terjerat pembiayaan informal yang berisiko tinggi” ujar Rudy Wahyu Triyanto.
BP3MI Jawa Tengah menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan tata kelola penempatan pekerja migran Indonesia yang legal dan terlindungi. BP3MI menegaskan bahwa akses pembiayaan yang terintegrasi dengan proses penempatan resmi akan memberikan manfaat besar bagi CPMI, sekaligus mempersempit ruang praktik penempatan nonprosedural. Melalui sinergi ini, BP3MI akan berperan dalam penguatan proses verifikasi, edukasi hak dan kewajiban pekerja migran, serta pendampingan dalam tahapan penempatan sesuai regulasi yang berlaku
Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, menyambut baik peluang kerja sama tersebut dan menilai bahwa program penempatan lulusan ke luar negeri dapat menjadi salah satu upaya memperluas akses karier bagi lulusan perguruan tinggi.
“Kami menyambut baik adanya peluang sinergi ini. Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional, baik dari sisi keahlian, kemampuan bahasa, maupun kesiapan mental dan profesional. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan alternatif dan peluang karier yang lebih luas bagi para lulusan Universitas Semarang” ujar Dr. Supari.
Dalam implementasinya, pembiayaan akan dilakukan melalui mekanisme yang terukur, antara lain calon debitur merupakan CPMI yang telah melalui proses seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan pemberangkatan, adanya rekomendasi dari lembaga atau pihak yang bekerja sama sesuai skema yang disepakati, proses analisis kredit tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian PT BPR BKK Jateng (Perseroda), pengawasan penggunaan dana dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan biaya keberangkatan. Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah melalui akses pembiayaan yang inklusif, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta perlindungan pekerja migran Indonesia. Ketiga institusi sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan melalui penyusunan mekanisme kerja sama, penyelarasan aspek regulasi, tata kelola operasional, serta mitigasi risiko agar implementasi program berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pertemuan strategis antara PT BPR BKK Jateng (Perseroda), BP3MI Jawa Tengah, dan Universitas Semarang menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini diharapkan lahir model pembiayaan CPMI yang aman, inklusif, dan mendukung peningkatan kualitas pekerja migran asal Jawa Tengah, sekaligus menjadikan Migran Center Universitas Semarang sebagai pusat unggulan dalam edukasi, perlindungan, dan pengembangan kapasitas pekerja migran Indonesia.